Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Televisi Untuk Anak

Written By Ardyanto on Wednesday, 9 May 2012 | 21:17

Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Televisi Untuk Anak 
Oleh: Tara Ardyanto

Kita sama-sama mngetahui bahawa televisi memiliki dua sifat yang saling bertentangan. Yaitu sifat baik dan buruk yang keduanya juga memiliki dampak masing-masing bagi perkembangan pribadi, keluarga, masyarakat bahkan bangsa. Peran sebagai orang tua dan guru merupakan peran yang sangat dibutuhkan sebagai pengawas dan sekeligus pendamping dalam penggunaan Tv sebagai media pendidikan dan komunikasi. Peran Orang tua dan guru, memberikan dampak yang baik bagi anak jika  guru dan orang tua mengarahkan dan mendampingi anak menuju arah yang memang benar-benar positif dalam menonton TV. Seperti yang di ungkapkan oleh Drs. Darwanto, S.S peran orang tua menjadi sangat dominan terhadap adanya pengaruh positif maupun negative bagi anak-anak. Berarti mau diarahkan kearah positif atau negative itu tergantung dari orang tua.
Orang tua tidak hanya memiliki peran  penting dalam mendampingi anak dalam menonton TV, namun sudah menjadi peran mutlak dalam menentukan apa yang harus di tonton oleh anak. Mengutip dari perkataan orang tua Dr. Chen yang ditulis dalam buku nya Anak-anak dan Televisi
“Menonton Tv adalah kegiatan khusus. Program-program harus diseleksi, setiap kegiatan menonton harus ada akhirnya, dan pesawat TV boleh dihidupkan hanya pada saat-saat tertentu. Kami (Anak) tidak boleh banyak-banyak menonton TV pada malam hari, khususnya program-program yang menampilkan adegan kekerasan.”
Namun kedati demikian masih banyak diantara orang tua yang ada di bangsa ini yang masih tabu dalam membicarakan masalah televisi dalam keluarganya. Hal ini mungkin disebabkan kerena mereka sendiri tidak paham akan pentingnya menyeleksi siaran yang ditonton.
Dalam beberapa kasus yang sudah lalu televisi memiliki peran yang penting dalam membangun image dan membentuk pola pikir dimasyarakat. Contoh mudah adalah kasus Gayus tambunan yang menjadi tersangka dalam kasus penggelapan dana miliaran rupiah yang notabene adalah seorang pegawai pajak gilongan 3A. Hal ini ternyata mampu membentuk persepsi masyarakat bahwasannya pagawai pajak dinegeri ini memiliki peluang dan potensi yang sama dengan Gayus. Bahkan sampai pada menganggap bahwa seluruh pegawai pajak sudah pasti seperti Gayus. Contoh lain adalah merabaknya tren K-Pop yang merebak di dunia pemuda-pemudi di negara kita. Secara serempak hampir seluruh televise di Indonesia menyiarkan tentang trend K-Pop yang kemudian ditiru sebagai gaya masa kini bagi anak muda. Lepas dari jenis kelamin apapun itu, umur berapapun dan dari kalangan mana dia berada. Bagi sebagian orang tua yang sadar dan golongan akademisi, fenomena ini justru sangat memprihatinkan.
Bagi orang tua, ingin menjadikan anaknya seperti apa adalah hal yang penting. Karena mau bagaimana pun juga anak adalah infestasi terpenting dalam kehidupan kedepan. Bahkan seorang anak  mampu menyelamatkan orang tua dari siksaan api neraka. Sehingga dengan kata lain menjadi seperti apakah seorang anak dikehidupan mendatang ditentukan oleh pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya. Orang tua disini bukan berarti hanya orang tua yang melahirkan dan membesarkan, namun orang yang lebih berpengalaman yang menghabiskan banyak waktunya dengan seorang anak atau lebih  adalah orang tua yang wajib mendidiknya dan mengarahkannya. Untuk itu pendidikan moril dan materil adalah hal penting untuk diberikan bagi anak.
Menginginkan anak menjadi anak yang Soleh dan solehah, tumbuh besar dengan nilai-nilai yang benar, mampu membedakan yang baik dan yang buruk, tidak anti sosialis, pandai dll adalah suatu kebaikan. Namun mempunyai tujuan-tujuan pendidikan untuk seorang anak juga hal yang penting di jaman saat ini. Menemukan apa bakat seorang anak adalah tujuan pendidikan yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah. Menemukan bakat anak bagi orang tua merupakan suatu hal yang wajib karena bagaimanapun juga orangn tua yang akan mengarahkan potensi-potensi anak tersebut untuk diarahkan kearah yang baik bagi anak dan orang banyak termasuk orang tua sendiri. Nah bila demikian penggunaan televise dirumah merupakan masalah utama bagi pendidikan keluarga. Televise dapat mendukung atau sebaliknya merongrong usaha orang tua dalam pendidikan anak menemukan bakatnya.
Solusinya, orang tua dapat melakukan jam khusus untuk anak dalam menayangkan siaran televise. Sehingga anak akan lebih terawasi dalam mengonsumsi tayangan-tayangan yang disiarkan melalui kotak ajaib yang disebut televise. Dengan membatasi waktu mereka dalam mengonsumsi siaran televise orang tua juga telah mendidik anak untuk dapat mengelola sumberdaya anak yang sungguh berarti bagi anak itu sendiri yaitu waktu. Anak dapat menggunakan waktu mereka dengan lebih banyak bermain diluar rumah, membaca, atau membantu oran tua dirumah. Sehingga mereka mendapatkan pelajaran lain yang mengajarkan mereka untuk bersosialisasi dengan teman-teman mereka dan memanfaatkan waktu dengan baik dalam belajar.
Ikut mengawasi anak saat menonton, memberikan pengarahan dari setiap apa yang mereka lihat dan memberikan nilai dari tanyangan yang dilihat akan memberikan kedekatan secara emosional kepada orang tua dan anak. Akan lebih banyak interaksi yang terjadi antara orang tua dan anak sehingga membentuk pola komunikasi yang baik diantara keduanya. Orang tua menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh anak dan orang tua dapat melakukan hal sebaliknya memberikan informasi dan tanggapan yang tepat dari setiap pertanyaan yang dilontarkan.
Memilihkan program siaran khusus bagi anak sesuai umur dan minat mereka. Anak cenderung akan menerima apasaja yang dilihat dari Tv. Perlu program-program siaran pendidikan khusus yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan bagi anak itu sendiri. Sekali lagi orang tua akan berperan dalam pemilihan atau menyeleksi program siaran bagi anak mereka. Untuk hal ini peran penyedia saluran tv dan pemerintah juga berperan dalam pelaksanaannya.
            Peran pemerintah dan penyedia siaran Tv tidak akan begitu penting dalam pendidikan dan membuat anak kita melek media. Karena kebanyakan dari para penyedia siaran tv akan lebih mementingkan keuntungan materil daripada kebutuhan yang dibutuhkan oleh anak. Dalam konterks keluarga orang tualah yang paling akan berperan dalam menentukan pendidikan anaknya. Setiap saat orang tualah yang akan mengajar anak-anak mereka, setiap hari , setiap waktu dan entah baik entah buruk, orang tua lebih berpengaruh terhadap anak-anak mereka daripada pemerintah dan pengusaha-pengusaha pendukung kapitalisme

Sumber bacaan:

Chen,Milton.1996. Anak-anak dan Televisi Buku Panduan Orang Tua Mendampingi Anak-Anak Menonton TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Darwanto.2007. Televisi Sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

0 comments:

Post a Comment